Seperti pemberitaan di akhir tahun 2017 dimana Jaksa Agung Arab Saudi mengatakan setidaknya $ 100 miliar (£ 76 miliar) telah disalahgunakan melalui korupsi sistemik dan penggelapan selama beberapa dekade terakhir.Beberapa kaum elit Arab juga dipenjarakan termasuk dari keluarga kerajaan walaupun mereka dipenjara di dalam sebuah hotel bintang 5.Kini, beberapa kaum elit telah resmi dibebaskan usai membayar ganti rugi sejumlah yang telah ditentukan.

Pusaran Korupsi Kaum Elit Arab

Sheikh Saud al-Mojeb mengatakan, 208 orang dan diinterogasi dan 201 diantaranya ditahan sebagai bagian dari tindakan anti-korupsi yang dimulai pada akhir tahun 2017 (November). Dia tidak menyebutkan nama mereka, tapi mereka yang ditahan termasuk juga para pangeran senior, menteri dan pengusaha yang berpengaruh. “Bukti untuk melakukan kesalahan ini sangat kuat,” kata Sheikh Mojeb.

Dia juga menekankan bahwa aktivitas komersial di kerajaan tersebut tetap berjalan normal dan tidak terpengaruh oleh aksi penangkapan mereka yang terlibat korupsi tersebut, dan bahwa hanya rekening bank pribadi yang dibekukan. Sheikh Saud al-Mojeb mengatakan penyelidikan oleh komite anti-korupsi tertinggi yang baru dibentuk, yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang berusia 32 tahun, “berjalan sangat cepat”.

Dia mengumumkan bahwa 208 orang telah dipanggil untuk diinterogasi dan ketujuh diantaranya telah dibebaskan tanpa tuduhan.”Potensi skala praktik korupsi yang telah ditemukan sangat besar,” kata jaksa agung.”Berdasarkan penyelidikan kami selama tiga tahun terakhir, kami memperkirakan bahwa setidaknya $ 100 miliar telah disalahgunakan melalui korupsi Domino Qiu Qiu dan penggelapan sistematis selama beberapa dekade.”

Dibebaskan Setelah Bayar Ganti Rugi

Nah, bulan akhir Januari 2018 ini, beberapa orang Arab Saudi yang paling berkuasa, yang ditahan pada November lalu tindakan pembersihan anti-korupsi, telah dibebaskan. Di antara yang dibebaskan adalah Pangeran Miteb bin Abdullah, yang dibebaskan pada akhir November dengan membayar lebih dari $ 1 miliar (£ 750 juta); Waleed al-Ibrahim, kepala jaringan televisi MBC; dan Khalid al-Tuwaijiri, mantan kepala istana kerajaan.Mereka telah membayar penyelesaian keuangan yang sangat besar, meski jumlahnya belum dipublikasikan.

Lebih dari 200 pangeran, politisi, dan pengusaha kaya ditahan di dalam hotel Ritz Carlton di Riyadh. Hotel bintang 5 tersebut baru akan dibuka kembali pada tanggal 14 Februari 2018. Bisa dipastikan jika penyewaan hotel tersebut selama beberapa bulan, menghabiskan dana yang tidak sedikit. Tapi, ini dilakukan demi menjaga kaum elit yang terlibat pusaran korupsi sistematis tersebut.

Sebuah laporan media juga menunjukkan bahwa kesepakatan al-Ibrahim mungkin karena termasuk bagian pengendali di MBC – perusahaan media terbesar di Timur Tengah. Bukan tidak mungkin jika kesepakatan tersebut ada kaitannya dengan spekulasi bahwa upaya anti-korupsi yang dilakukan oleh Pangeran Mohammed bin Salman untuk menyingkirkan lawan-lawannya dan mengkonsolidasikan kekuasaannya.

Penahanan mahal dicirikan oleh negara Arab Saudi sebagai upaya untuk mengembalikan ratusan miliar dolar yang telah dikorupsi.Dan masih banyak lagi yang ditahan di Ritz Carlton, sampai hotel tersebut dibuka kembali pada Hari Valentine pada pertengahan Februari 2018.Mereka yang tidak mencapai kesepakatan pembayaran ganti rugi sebelumnya diharapkan dikirim ke penjara untuk menunggu persidangan.

Sementara itu, salah satu tahanan dengan profil tertinggi, Pangeran Alwaleed bin Talal, mengatakan kepada kantor berita Reuters pada hari Sabtu bahwa dia memperkirakan akan dibebaskan dari kesalahan dan “dibebaskan dari tahanan dalam beberapa hari (ke depan)”. Miliarder tersebut – yang merupakan salah satu bangsawan terkaya di negara ini – mengatakan bahwa dia memperkirakan untuk tetap memegang kendali penuh atas perusahaan investasinya.

Read More

Dua orang teman dekat dari Oprah Winfrey mengatakan bahwa selebriti filantropis tersebut sedang “secara aktif mempertimbangkan” untuk mencalonkan diri menjadi Presiden Amerika Serikat. Kedua temannya itu minta untuk tidak disebutkan namanya. Keduanya berbicara setelah Winfrey mendapatkan sambutan baik atas pidatonya pada gelaran penghargaan Golden Glober pada hari Minggu (7/1). Kedua sumber mengatakan bahwa sejumlah orang kepercayaan Winfrey telah mendorongnya secara pribadi untuk mencalonkan dirinya sebagai Presiden Amerika Serikat.

Tengah Mempertimbangkan Keputusan Besar

Salah seorang sumber, seperti dikutip dari CNN Indonesia, mengatakan pembicaraan tentang pencalonan sebagai presiden Bandar Togel SGP tersebut sudah terjadi bahkan beberapa tahun lalu. Ia menekankan bahwa Winfrey saat itu belum memutuskan apapun. Seorang perwakilan dari Winfrey pun belum juga memberikan jawaban saat ditanyai soal hal tersebut.

Bursa Capres dari Partai Demokrat baru bakal resmi pada pertengahan tahun 2018 ini. Akan tetapi banyak kandidat yang sangat potensial dan mulai bergeliat. Desas-desus bahwa Winfrey bakal maju mencalonkan diri sebagai presiden AS ini trsebar melalui dunia hiburan sesudah dirinya menerima Cecil B DeMille Award pada Golden Globes.

Ia menarik perhatian dunia karena mengangkat gerakat #MeToo yang mana berkumandang pada tahun 2017 lalu di dalam pidatonya. Akan tetapi ungkapan “hari baru bakal segera dimulai” dianggap oleh sejumlah pihak bermakna ganda sebagai sebuah deklarasi pencalonan diri dalam pemilihan umum.

Akhirnya Buka Suara

Dan akhirnya Oprah Winfrey pun buka suara tentang dukungan dri berbagai pihak untuk dirinya agar bisa maju ke pemilihan presiden Amerika Serikat 2020 mendatang. Dan jawabannya menarik karena ia menyatakan bahwa dirinya tak tertarik untuk menjadi orang nomor 1 di negeri Paman Sam tersebut.

“Saya selalu merasa sangat aman dan percaya diri akan diri saya sendiri dengan mengetahui apa yang bisa saya lakukan dan tidak,” ungkapnya saat ia diwawancarai oleh majalan InStyle. “Dan itu (maju jadi presiden) bukanlah sesuatu yang menarik minat saya,” kata Winfry. “Saya tak memiliki gen untuk itu,” imbuhnya.

Oprah menarik minat berbagai kalangan yang ada di Amerika Serikat khususnya kalangan liberal dan Hollywood untuk bisa maju dalam pemilihan Presiden tahun 2020 mendatang. Apalagi pidatonya yang sangat inspiratif pada ajang Golden Globes Awards pada tanggal 7 Januari lalu itu semakin mendorong spekulasi bahwa ia setuju untuk bisa maju ke Gedung Putih.

Juga berkat pidato itu muncul sebuah kampanye di dunia maya mendukung Oprah Wnfrey untuk bisa menjadi presiden Amerika Serikat yang selanjutnya setelah Donald Trump. Akan tetaoi seiring berjalannya waktu dengan rumor dan dukungan yang mengalir padanya, wanita yang sangat dekat dengan Partai Demokrat ini tidak segera bersuara.

Sejumlah sahabat dan juga orang terdekatnya ketika ditanyai sola niat dari ratu bincang-bincang ini menegaskan adanya keinginan Oprah Winfrey untuk menjadi presiden.

Dalam wawancaranya dengan InStyle, Winfrey mengaku bahwa ia didekati oleh seorang politisi dan bahkan ditawari bantuan untuk kampanye. “Say bertemu dengan seseorang pada suatu hari. Ia mengatakan mereka akan membantu saya dalam sebuah kampanye. Tetapi itu (jabatan presiden) bukan untuk saya,” tuturnya dilansir dari CNN Indonesia.

Dilaporkan juga setelah pidato Winfrey banyak sekali memukau perhatian publik. Konsultan politik Demokrat yakni Cormac Flynn mengaku bahwa dirinya banyak mendapatkan banyak panggilan dri koleganya yang memintanya segera mendukung Winfrey untuk menjadi presiden Amerika Serikat.

 

Read More