Roy Hodgson; Absennya Zaha Bukan Sebab Crystal Palace Kalah

Crystal Palace yang pernah bersinar dan memenangi Liga Primer, sepertinya belum bisa menemukan jalan mereka kembali. Mereka perlu lebih banyak pemain hebat dan strategi lebih matang. Kekalahan yang dialaminya saat berhadapan dengan Tottenham Spurs disayangkan banyak pihak. Ada yang menyebut jika kekalahan tersebut akibat Wilfried Zaha absen. Tapi, sang manajer menepis pendapat tersebut.

Permainan Tanpa Zaha

Palace harus tetap maju menghadapi agen togel Spurs walau tanpa Wilfried Zaha yang sedang mengalami cedera. Mereka harus berjuang lebih keras lagi untuk menciptakan peluang. Akan tetapi, Spurs bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan. Spurs berhasil membekuk Palace dengan skor 0 – 1 di Selhurst Park beberapa waktu lalu. Banyak yang menduga kekalahan ini karena Zaha absen.

Spurs kini telah memenangkan tujuh dari delapan laga tandang Premier League musim ini, di sisi lain Crystal Palace belum pernah menang di kandang sendiri dan telah kehilangan enam dari tujuh pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi. Dalam laga melawan Spurs, Palace tampaknya agak kesulitan bermain bahkan sejak awal pertandingan dimulai karena tidak adanya Zaha.

Setelah duel ini, Crystal Palace akan melakukan perjalanan ke Manchester United pada hari Sabtu, 24 November dan kemudian menjamu Burnley pada 1 Desember. Sedangkan Spurs bersiap menjamu Chelsea setelah jeda internasional pada 24 November. Mereka kemudian bermain melawan Inter Milan di Liga Champions pada 28 November dan menghadapi Arsenal pada Minggu, 2 Desember.

Roy Hodgson juga turut berkomentar tentang opini yang berkembang. Dia tidak mau menyalahkan siapapun dan dia berpendapat bahwa absennya Wilfried Zaha bukanlah alasan kenapa Palace bisa takluk. Menurutnya, ini adalah hal sulit. Apalagi untuk sepakbola dimana setiap kemungkinan bisa terjadi. Zaha mungkin bisa menjadi kunci, tapi Palace tidak bisa bergantung padanya terus menerus.

Roy Hodgson; Bukan Karena Zaha

Tercatat, hingga hari ini Palace belum pernah memenangkan pertandingan Liga Premier tanpa Zaha di starting line up sejak September 2016. Zaha harus melewatkan pertandingan penting tersebut lantaran cedera hamstring yang menimpanya beberapa waktu lalu. Sayangnya, kesempatan yang dibuat pada saat pertandingan melawan Spurs juga tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Palace.

Hodgson sendiri sebenarnya agak puas melihat timnya bermain dengan cukup mengesankan saat melawan Arsenal, Chelsea dan Spurs. Hanya saja, Palace hanya mengamankan satu poin saja. Dia berkata: “Ini sangat sulit ketika tim melakukan banyak hal baik dalam hal pendekatan taktis mereka, tingkat kerja dan tekad, namun akhirnya kehilangan permainan 1-0. Tidak ada kata-kata yang (dapat) mengubah situasi.

Dia melanjutkan; “Dari masing-masing tiga permainan, tim (Palace) telah melakukannya dengan sangat baik.” Hanya saja, Hodgson juga berpendapat walaupun tim sudah bekerja keras dan melakukannya dengan sangat baik, itu bukan berarti mereka tidak akan dihentikan oleh tim lain. Artinya, walaupun sudah melakukan yang terbaik, klub lain tetap memiliki kesempatan untuk mengalahkannya.

Hodgson menepis anggapan bahwa kekalahan Palace karena tidak ada Zaha. Dia berkata; “(ada yang berpendapat) Zaha tidak bermain, itulah mengapa kamu kalah. Aku tahu itu tidak benar, siapa pun yang menonton pertandingan juga akan tahu (bahwa) itu tidak benar. Tetapi kenyataannya adalah kami belum memenangkan pertandingan tanpa Wilf karena Tuhan tahu berapa lama (dia akan kembali merumput).

Memang, walaupun tidak bergantung pada Zaha, kenyataannya Palace belum pernah menang tanpa adanya Zaha. Kini, Crystal Palace yang belum menang dalam tujuh pertandingan Liga Premier, harus puas berada di atas zona degradasi berdasarkan selisih gol. Kita akan segera lihat apakah Palace bisa lolos dari zona ini atau tidak.

Read More
Posted on

Kabar buruk datang dari Gianlugi Buffon yang mendapatkan kartu merah pertama pada laga besar nan bergengsi, Liga Champions. Kartu merah yang didapatkannya itu akibat dirinya memprotes keputusan wasit yang mana memberikan penalti untuk Real Madrid pada leg kedua perempat final ajang Liga Champions pada hari Rabu (11/4) kemarin waktu setempat.

Buffon Dapatkan Kartu Merah

Sebelum wasit menunjuk titik putih karena pelanggaran yang dilakukan oleh Mehdi Benetia pada Lucas Vazquez, Buffon pasalnya juga ikut menjadi salah satu pemain togel penting yang membantu Juventus unggul 3 gol tanpa balasan.

Buffon juga tercatat telah berhasil menggagalkan tembakan yang mana dilepaskan oleh Christiano Ronaldo dan Isco. Menjelang laga selesai, keputusan Michael Oliver memberikan penalti pada Madrid langsung saja membuat kaget sang kiper legendaris tersebut.

Kiper veteran tersebut langsung menghampiri Oliver dan ia terlihat sangat kesal sembari berteriak mengajukan protesnya. Akan tetapi reaksi Buffon langsung diganjar oleh Oliver dengan kartu merah. Sontak apa yang dilakukan pengadil asal Inggris tersebut membuat para pemain dan penonton kaget.

Sampai laga akhirnya selesai, Buffon masih juga memendam rasa dendam dan kesal pada wasit yang berusia 7 tahun lebih muda darinya itu.

Saat diwawancarai seusai laga, Buffon sempat memberikan pernyataannya. “Tidak aneh. Wasit kehilangan pedoman, saya menerima hal tersebut. Saya tak terima saja jika wasit itu memimpin pertandingan yang melibatkan 2 tim besar namun tidak memiliki karakter, keberanian dan kemampuan untuk membuat keputusan yang menenangkan,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia.

Buffon sendiri menilai bahwa Oliver tak pernah beradu argumen dalam kehidupannya sehari-hari sehingga tak menerima reaksi dan juga protes yang dikeluarkan Buffon itu.

“Dia tidak siap. Memberikan penalti seperti itu seusai pertandingan yang patut diingat, mengeluarkan seseorang yang belum pernah dikartu merah karena tak pernah berbeda pendapat dalam hidupnya di pertandingan terkahir saya adalah hal yang tak bisa saya terima,” imbuh kiper 40 tahun tersebut.

“Jika anda melakukan hal itu, anda mempunyai kantong sampah (bukan hati) di dalam dada anda. Kami melakukan sesuatu yang sangat luar biasa pada malam ini. Dan juga performa kami heroik. Saya sangat bangga luar biasa menjadi kapten,” tukas Buffon.

Ronaldo Bingung Juventus Protes Penalti

Hal yang sebaliknya dikatakan oleh Ronaldo. Bintang mega Real Madrid itu mengaku dirinya bingung pada sikap para pemain Juventus yang melakukan protes keras pada hukuman penalti yang diberikan oleh Oliver di menit-menit akhir laga leg kedua perempat final Liga Champions tersebut.

Juventus sempat unggul 3-0 dan juga berpeluang untuk melanjutkan laga ke babak tambahan waktu. Akan tetapi penalti Ronaldo di menit-menit injury time malahan membuat Madrid memastikan bakal melenggang ke babak semifinal dengan keunggulan agregat 4-3.

Hukuman penalti yang mana diberikan oleh  Juventus ini diprotes keras bukan hanya oleh Buffon akan tetapi para pemain Juventus. Mereka mengepung wasit dan Buffon bersuara lantang memprotes hukuman penalti tersebut.

“Saya tidak mengerti kenapa mereka melakukan protes. Lucas dilanggar dari belakang dan jika wasit tidak memberikan penalti maka hal itu akan menjadi gol,” kata Ronaldo.

“Saya mencoba untuk tetap tenang dan yakin kalau saya bisa menjadi penentu di laga kali ini,” tukasnya. Sampai laga usai, Buffon nampak masih sangat kecewa dan kesal terhadap keputusan wasit itu.

Read More