Kekalahan Barcelona Melawan Atletico Madrid Masih Berbekas

Klub-klub besar di Spanyol memang memiliki banyak fans di seluruh dunia. Ketika mereka kalah, tentu para pendukung merasa sedih dan kecewa. Pada pertandingan 21 November 2020 lalu, Barcelona mengalami kekalahan ketika melawan Atletico Madrid. Laga ini berlangsung di markas AM dan berakhir dengan skot 1-0 untuk tuan rumah.

Stadion Wanda Metropolitano menjadi saksi bagaimana tim Barca mengalami kesulitan mencetak gol dan memenangkan pertandingan. Gol tunggal sang tuan rumah dicetak oleh Yannick Carrasco pada injury time di babak pertama.

Serunya Jalannya Pertandingan

Barcelona sebagai pihak bursatogel.com yang kalah tentu tidak bisa memperoleh poin guna meningkatkan peringkatnya di klasemen sementara. Posisi mereka saat ini berada di tingkat 10. Sebaliknya, tiga poin berhasil didapatkan Atletico dan membawa mereka di posisi dua klasemen Liga Spanyol.

Tentunya tidak semua pecinta sepak bola mengikuti atau menonton jalannya pertandingan. Jangan khawatir, Anda bisa membaca ulasan singkat dari pertandingan tersebut di sini.

Pada awal pertandingan setelah peluit berbunyi, tim Barca tampil agresif dan menggebrak. Tujuan mereka adalah mengobrak-abrik pertahanan tuan rumah. Dengan bermain ofensif, mereka mendapatkan peluang mencetak gol di menit ketiga.

Griezman menyambar umpan Dembele dan melesatkan tembakan ke gawang musuh.Sayangnya, usaha tersebut tidak membuahkan hasil karena bola melesat di atas gawang lawan.

Meskipun digempur oleh Barca, tim tuan rumah tidak mau tinggal diam. Mereka mampu menyerang balik dan hampir mencetak gol di menit kelima. Saul melesatkan tembakan ke gawang musuh namun berhasil ditepis oleh Marc Stegen.

Strategi Atletico Madrid adalah menyerang secara sporadis dan tidak begitu agresif. Ini terbukti lebih efisien meskipun mereka kalah dalam hal penguasaan bola. Gol tunggal yang berhasil mereka sematkan ke gawang lawan dicetak oleh Yannick Carrasco di menit-menit waktu tambahan babak pertama.

Melalui serangan balik, Yannick mampu membuat gol setelah kiper musuh maju terlalu jauh guna menghampirinya. Setelah gol tersebut, babak kedua berlangsung cukup seru namun tidak membuahkan hasil untuk masing-masing tim.

Koeman Merasa Bersalah

Ada banyak hal yang mungkin menjadi penyebab kekalahan Barcelona. Hal paling logis karena mereka bermain tandang atau menjadi tuan rumah. Ini memberi tekanan ekstra ketika jumlah pendukung mereka lebih sedikit di stadion di mana laga berlangsung.

Aspek kedua mungkin karena salah strategi. Bahkan sang pelatih merasa bertanggung jawab karena kekalahan itu. Koeman mengaku bahwa dirinya menjadi penyebab kenapa pulang dengan tangan hampa paska pertandingan seru kemarin.

Ini termasuk salah dalam menerapkan strategi, kurang memberi motivasi, dan lain sebagainya. Meskipun mengakui kesalahan, sang pelatih tetap menuntut semua jajaran tim untuk tetap bersemangat dan bermain lebih baik di laga berikutnya.

Dia berujar bahwa dirinya bertanggung jawab tapi tidak mau membiarkan kekalahan tersebut menjadi beban untuk tim. Dia cukup bersyukur karena anak-anak asuhnya mampu bekerja maksimal ketika menyerang dan bertahan di duel kemarin.

Koeman menambahkan bahwa dirinya beserta tim sudah berusaha keras dan mencoba banyak strategi guna memperoleh poin dan kemenangan. Namun, hasil tidak sesuai dengan harapan dan usaha mereka.

Faktanya, tim yang dia turunkan kemarin adalah susunan terbaik. Namun, salah satu pemain terbaik tidak bisa bermain penuh karena mengalami cedera lutut. Dia tidak lain adalah Gerrard Pique sang kapten tim. Karena cedera tersebut, Pique diperkirakan tidak mampu membela tim di pertandingan berikutnya selama 6 bulan kedepan! Ini menjadi pertimbangan sendiri bagi sang pelatih guna membaca Barcelona ke posisi lebih tinggi pada klasemen Liga Spanyol.