Ini Lah Profil Doktor Komunikasi di Pucuk BNPT, Boy Rafli Amar

Irjen Pol. Boy Rafli Amar secara resmi telah menjabat sebagai Kepala BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) setelah dirinya dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, hari Rabu (6/5), di Jakarta. Selain memiliki latar belakang penanggulangan terorisme, dirinya juga dikenal sudah lama di dunia komunikasi.

Profil Boy Rafli Amar

Boy Rafli Amar adalah lulusan Akpol 1988. Dirinya sekarang menggantikan Suhardi Alius yang sudah empat tahun menjabat di BNPT. Ia juga akan naik pangkat jadi Komisaris Jenderal (Komjen) atau naik bintang 3 karena jabatan tersebut.

Akan tetapi suksesi kepemimpinan di lembaga antiteror ini pasalnya sempat menuai kontroversi terkait dengan dugaan kesalahan adminstrasi. Pasalnya pengangkatan Boy lebih dulu tercantu, di dalam surat telegram Kapolri ST/1378/KEP/2020, Jumat (!/5). Ketika itu, Kementerian Sekretariat Negara pasalnya mengakui bahwa memang belum ada Keputusan Presiden atau Keppres tentang pergantian pucuk BNPT itu.

Terlepas dari itu semua, sejumlah pihak menilai bahwa sosok Boy ini mempunyai kapasitas guna memimpin BNPT dengan berbagai macam riwayat jabatan yang diembannya. Pengamat Intelejen Suhendra Hadikuntoro misalnya, menilai bahwa penunjukkan Boy ini sudah sesuai dengan ketentuan.

Sepak Terjang Boy Rafli Amar: Dari Kapolda Sampai Ahli Komunikasi

Suhendra mengatakan, “Boy Rafli sebagai Kepala BNPT ini sudah tepat jika dilihat dari kapasotasnya, prestasi, integritas, dan juga track recordnya.”

Sebelum ditunjuk sebagai Kepala BNPT, Boy paslanya menjabat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdikat) Polri (2018-2020). Dirinya juga sempat mencicipi bagaimana ‘pahitnya’ Bumi Cendrawasih ketika ia memimpin Polda Papua di tahun 2017-2018. Jabatan Kapolda ini juga pernah disandangnya di Banten tahun 2014-2016.

Tak hanya itu, Boy juga dikenal oleh public sangat lekat dengan dunia komunikasi semenjak dirinya menjabat sebagai Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya di tahun 2009. Kasus kriminalitas yang mana banyak dan posisi ibu kota yang sangat strategis membuat dirinya menjadi lebih rutin lagi tampil di media dengan pembawaan yang Nampak tenang. Pria yang lahir di Jakarta 55 tahun tersebut kemudian ditarik ke Mabes Polri dan lalu diangkat jadi Kepala Bagian Penerangan Umum Biro Penerangan Masyarakat (Kabagpenum Ropenmas) Divisi Humas Polri tepatnya di tahun 2010 silam. dua tahun setelahnya, dirinya naik satu tingkat jabatan lagi di divisi yang sama dengan jabatan Karopenmas Divisi Humas Polri.

Diselingi dengan jabatan Kapolda Banten, mantan anggota Kontingen Garuda di Bosnia dan Kamboja ini lalu jadi Kepala Divisi Humas Polri di tahun 2016. Kemudian ia bertugas di Papua untuk kemudian setelah itu kembali lagi ke Jakarta sebagai Wakalemdiklat.

Permasalahan terorisme sudah tidak lagi asing buat Boy. Sejak tahun 2002, ia sudah banyak mendapatkan sejumlah penugasan ke luar negeri yang mana berkaitan dengan penanggulangan terorisme. Misalnya saja saat ia mengikuti studi banding anti terror di Australia, kemudian tugas investigasi terorisme Densus 88 di Filipina, dan juga pernah jadi tim delegasi RI Asean-Europe Counter Terrorism Meeting tepatnya di Spanyol.

Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Unit Negosiasi Subdetasemen Penindak Detasemen Khusu 88/Antiteror Polri yang tidak lepas dari sisi menjadi juru bicara. Salah satu tugasnya ketika itu adalah berbincang guna menemukan titik temu dengan terorisme togel online yang mana berideologi radikal baik itu dalam hal penahanan maupun penangkapan. Tak heran jika pembawaan tenangnya dalam hal komunikasi itu terlihat sekali.