Cak Imin Nilai Jokowi Bisa Kalah Jika Tak Memilihnya Jadi Cawapres

Posted on

Pergerakan suhu politik jelas Pileg dan Pilpres 2019 memang semakin panas saja. Jokowi pun sudah mantap mencalonkan diri sebagai Presiden setelah gabungan PDIP, Golkar, PKB, PPP, Hanura, NasDem hingga PSI dan Perindo mengusungnya. Di lain pihak, Prabowo Subianto juga menerima dukungan Gerindra yang kembali mencalokannya sebagai Capres.

 

Jika biasanya para Ketua Umum dari berbagai partai akan diusung sebagai Capres, hal berbeda dilakukan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Pria berusia 51 tahun yang menjabat sebagai Ketua Umum PKB ini bahkan terang-terangan ingin jadi Cawapres. Imin bahkan berharap sangat tinggi kalau Jokowi bersedia meminangnya sebagai pendamping di Pilpres 2019. Alumni UGM dan UI ini bahkan khawatir kalau Jokowi bakal kalah dalam Pilpres 2019 jika tak memilih dirinya sebagai Cawapres.

 

Kepada Kompas, Imin mengaku optimis jika Jokowi akan memilihnya. Kendati dua parpol pendukung lain yakni Golkar akan mengusung sang Ketum, Airlangga Hartanto dan PPP menyodorkan Ketum Muhammad Romahurmuziy sebagai Cawapres Jokowi. Pada awal April lalu, Imin menegaskan kalau PKB akan menyokong Jokowi-Muhaimin sebagai calon pemimpin negeri ini di 2019.

 

Zulkifli Hasan selaku Ketum PAN menilai kalau Imin memang pantas sebagai pendamping Jokowi karena Wakil Ketua MPRI RI itu memiliki dukungan PKB dan massa PBNU. Pengalaman Imin sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi di era Presiden SBY tahun 2009-2014 dirasa jadi modal kuat untuk Imin memahami masyarakat Indonesia. Tak heran jika Zulkifli mendukung Imin sebagai Cawapres Jokowi, kendati PAN sendiri sejauh ini belum menentukan sikap mau mengusung siapa.

 

Baliho Bertebaran, Cak Imin Kena Sindir

 

Meskipun langkah Imin dipilih Jokowi sebagai Cawapres tidak mudah, Wakil Ketua DPR RI 1999-2009 ini sudah berani meresmikan posko-posko hingga memasang berbagai baliho promosi dirinya. Menurut Imin, saat ini seluruh kader PKB fokus mewujudkan pasangan Jokowi-Muhaimin alias JOIN. Imin pun mengakui kalau para kiai dan ulama PBNU sudah merestui langkahnya.

 

Yang unik, keberadaan baliho Cawapres dirinya itu rupanya diperhatikan Presiden Jokowi dengan menyebut kalau balihonya yang terpasang di banyak tempat bahkan jauh lebih banyak daripada media promosi Asian Games 2018. Menolak disindir, Imin justru menilai pendapat Jokowi itu adalah sebuah pujian. Seolah tahu diri, Imin juga berencana menambah kalimat dukungan terhadap pemerintah bandar togel singapura atas even olahraga akbar yang akan berlangsung Agustus-September di Jakarta dan Palembang itu.

 

Elektabilitas Cak Imin Masih Rendah

 

Lepas dari rasa percaya diri Muhaimin yang begitu menggebu, dirinya juga harus berjuang lebih keras lagi. Karena dalam survei Litbang Kompas akhir April lalu, elektabilitasnya masih rendah. Hanya ada dua tokoh yang punya potensi yakni Jokowi dengan 55,9% dan Prabowo dengan 14,1%. Selain kedua tokoh itu, elektabilitas yang tercatat milik Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI yang cuma 1,8%. Nama Muhaimin dan berbagai Ketua Umum parpol justru tidak ada, membuktikan kalau elektabilitas Imin di kalangan masyarakat Indonesia masih sangatlah rendah.

 

Atas hasil survei, Imin menilai itu semua sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras. Dia pun siap terus mensosialisasikan diri bersama program kerjanya sebagai Cawapres Jokowi. Saat disindir jika Jokowi tak memilihnya sebagai pendamping, Imin menilai kalau semuanya akan didiskusikan ke depannya karena hingga saat ini tak ada partai lain yang menggandeng dirinya sebagai Cawapres.